Kotabaru – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Hajjah Fatimah Samhah (MAFTAH) yang digelar pada Sabtu, 1 Syawwal 1447 H / 21 Maret 2026, pukul 07.15 WITA hingga selesai, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah memadati area dalam masjid sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang mengangkat tema “Kemenangan yang Nyata.”
Berdasarkan naskah khutbah yang disampaikan oleh Anjas Saputra, S.H., tema ini menekankan bahwa kemenangan Idul Fitri tidak semata-mata dimaknai sebagai berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi lebih dalam sebagai keberhasilan meraih ketakwaan dan ampunan dari Allah SWT.
Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk merenungi hakikat kemenangan yang sesungguhnya. Ia menegaskan bahwa puasa yang dijalani selama Ramadhan bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.
“Kemenangan itu bukan sekadar berakhirnya Ramadhan, tetapi ketika Ramadhan meninggalkan jejak dalam hati dan melahirkan ketakwaan yang terus terjaga,” demikian salah satu pesan utama dalam khutbah.
Suasana Khusyuk dan Penuh Kekhidmatan
Dari pantauan suasana di dalam masjid, jamaah tampak memenuhi saf-saf sholat dengan tertib dan rapi. Mereka mengenakan pakaian terbaik, didominasi busana muslim berwarna putih dan gelap, mencerminkan suasana hari raya yang suci dan penuh kebersamaan.
Saat khutbah berlangsung, jamaah terlihat khusyuk menyimak setiap nasihat yang disampaikan khatib. Tidak tampak aktivitas yang mengganggu, menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran jamaah dalam menyambut momen Idul Fitri sebagai momentum refleksi diri.
Interior masjid yang bersih dan modern dengan ornamen geometris pada bagian mihrab turut menambah kesan tenang dan nyaman, mendukung suasana ibadah yang khidmat.
Pesan Inti: Tanda Kemenangan adalah Istiqomah
Dalam isi khutbah juga dijelaskan bahwa tidak semua orang yang menjalani Ramadhan otomatis meraih kemenangan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bahkan mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga semata.
Khatib menekankan bahwa tanda diterimanya amal adalah:
- Istiqomah dalam ibadah setelah Ramadhan
- Semakin mudah melakukan kebaikan
- Berkurangnya keburukan dalam diri
Hal ini sejalan dengan penjelasan ulama bahwa “di antara balasan kebaikan adalah kebaikan berikutnya.”
Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk menjaga amal setelah Ramadhan agar tidak kembali kepada kebiasaan buruk, sebagaimana peringatan dalam Al-Qur’an agar tidak merusak amal yang telah dibangun dengan susah payah.
Ajakan Melanjutkan Amal di Bulan Syawal
Di akhir khutbah, khatib mengajak jamaah untuk melanjutkan amalan setelah Ramadhan, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Amalan ini disebut sebagai tanda keberlanjutan kebaikan dan bagian dari kesempurnaan ibadah.
Khutbah ditutup dengan doa agar seluruh amal ibadah kaum muslimin diterima oleh Allah Ta'ala serta diberikan kekuatan untuk terus istiqomah dalam kebaikan.
Momentum Idul Fitri di MAFTAH tahun ini pun tidak hanya menjadi perayaan kemenangan, tetapi juga pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus menjaga kualitas iman dan amal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, DKM Masjid Al-Hajjah Fatimah Samhah Kotabaru turut menyediakan hidangan makan bagi para jamaah sebagai bentuk kebersamaan dan pelayanan, sehingga semakin menambah hangatnya suasana silaturahmi di hari yang penuh berkah tersebut.









.jpeg)







.jpeg)




.jpeg)